Bupati Lotim Berencana Bangun Waduk dan Relokasi Warga Terdampak Banjir di Jerowaru
![]() |
| Bupati Lotim H. Haerul Warisin. (Foto : Istimewa) |
Bahkan ia berencana membangun waduk besar sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
"Banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,"ucap Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, ketinggian air mencapai lebih dari 60 sentimeter dan telah mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
“Setiap tahun memang terjadi banjir di lokasi ini, tetapi tidak pernah setinggi sekarang. Kemungkinan curah hujan yang tinggi membuat kondisinya semakin parah,” katanya
Akibat banjir yang tak kunjung surut selama lebih dari dua minggu, pemerintah daerah telah mengevakuasi warga ke sejumlah lokasi pengungsian.
Untuk penanganan lebih lanjut, Bupati Haerul mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan berjanji akan kembali mengunjungi lokasi guna memastikan langkah tindak lanjut.
"Salah satu solusi kita akan rencanakan membangun waduk berukuran besar dan cukup dalam di kawasan tersebut. Waduk tersebut nantinya diharapkan mampu menampung debit air saat musim hujan sehingga dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang,"jelasnya
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir kata Bupati, waduk ini juga direncanakan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan saat musim penghujan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga berencana merelokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Opsi lahan milik pemerintah daerah tengah disiapkan sebagai tempat relokasi.
"Jika diperlukan, pemerintah akan mencarikan lahan tambahan untuk memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,"ujarnya
Terkait pembangunan waduk dan relokasi, Haerul menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mempercepat realisasi rencana tersebut.
"Saaya berharap langkah ini dapat menjadi solusi permanen atas persoalan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat,"tutupnya (*)
