Pemda Akan Salurkan Bantuan Sembako Sesuai DTSEN
![]() |
| Rapat Teknis penyaluran sembako. (Foto : RI) |
Langkah ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penentuan penerima manfaat di seluruh wilayah.
Sekretaris Daerah Lombok Timur H.M Juaini Taofik menegaskan otoritas desa harus mematuhi petunjuk teknis agar tidak terjadi tumpang tindih data atau salah sasaran saat proses eksekusi lapangan.
“Semua harus sesuai regulasi, dasar pelaksanaan ini adalah surat edaran untuk para camat yang berisi petunjuk teknis penerima sesuai dengan DTSEN,” katanya.
Pemerintah daerah memberikan atensi khusus pada mekanisme graduasi atau penggantian daftar warga yang sudah dianggap mampu agar bantuan dapat dialihkan kepada keluarga lain yang tingkat ekonominya lebih rendah.
Instansi terkait meminta para pimpinan wilayah tingkat kecamatan untuk segera menuntaskan verifikasi data penduduk yang masih bermasalah guna mempercepat proses administrasi di tingkat kabupaten.
“Mekanisme graduasi memang menjadi tantangan, namun semua pihak diminta melakukan pendekatan sosialisasi agar masyarakat memahami proses tersebut,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Lombok Timur Siti Aminah melaporkan bahwa stok barang kebutuhan pokok sudah tiba di gudang penyimpanan sejak beberapa hari lalu dan kini sedang dalam tahap pengecekan kualitas.
Tim pendamping diterjunkan langsung untuk memastikan paket sembako dalam kondisi layak konsumsi sebelum didistribusikan secara massal ke titik-titik penyaluran yang dipusatkan di kantor desa masing-masing.
“Barang bantuan sudah datang sejak Selasa lalu, saat ini kami sedang dalam tahap penyiapan barang dan melakukan pengecekan ke gudang,” jelasnya.
Skema pembagian akan memprioritaskan warga yang masuk dalam kategori desil satu hingga tiga, dengan target penyelesaian seluruh penyaluran tuntas sebelum hari raya Idul Fitri mendatang.
Kecamatan Masbagik terpilih menjadi lokasi peluncuran perdana program ini sebelum nantinya bergerak secara simultan menuju wilayah lain dan berakhir di Kecamatan Selong sebagai titik penutup.
“Untuk desil satu dan dua kita upayakan seratus persen, baru setelah itu masuk ke kategori desil tiga,” tutupnya. (*)
