HMI Cabang Lombok Timur Akan Gelar Aksi, Desak Pemerintah Tuntas Kelangkaan LPG 3 Kg

 

Ketua Umum HMI Cabang Selong Agamawan Salam. (Foto : Danil) 

KATULISTIWA.CO,LOTIM — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terus berlarut-larut tanpa solusi konkret kembali menuai sorotan tajam. Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Lombok Timur menilai pemerintah daerah gagal merespons krisis nyata yang telah menyengsarakan masyarakat.

Di tengah kondisi kebutuhan pokok yang semakin mendesak, masyarakat justru dipaksa menghadapi antrean panjang demi mendapatkan gas elpiji bersubsidi. Bahkan, di beberapa titik distribusi, warga harus ngantre berjam-jam hingga ada yang pingsan.

Ketua Umum HMI Cabang Lombok Timur, Agamawan salam dalam keterangannya menegaskan bahwa kelangkaan ini bukan sekadar persoalan biasa, melainkan bentuk nyata dari lemahnya pengawasan distribusi dan minimnya kemampuan pemerintah dalam penyelesaian problematika rakyat.

“Ini bukan lagi soal kelangkaan biasa. Ini adalah krisis yang mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Rakyat dipaksa antre, bahkan sampai ada yang pingsan, sementara pemerintah terkesan abai dengan jawaban yang tak menyentuh akar persoalan,” tegasnya.

HMI juga menilai, hingga saat ini belum ada langkah strategis dan terukur dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pernyataan-pernyataan yang muncul dari pihak terkait justru dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Jawaban-jawaban yang kita terima itu hanya jawaban normatif dan tidak menyentuh akar persoalan, mereka semua makan gaji buta, tidak ada tanggung jawab sama sekali",tegas Agamawan.

Lebih lanjut, ia menyatakan jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya tindakan nyata, maka HMI cabang Lombok Timur tidak akan tinggal diam. Sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama, HMI memastikan akan menggelar aksi demontrasi besar-besaran.

“Kami tidak akan membiarkan penderitaan masyarakat ini terus berlarut. kami pastikan HMI akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk peringatan keras kepada pemerintah daerah,” lanjutnya.

Pemerintah harus memahami bahwa di tengah tekanan kondisi ekonomi yang semakin berat, masyarakat tidak butuh janji dan jawaban yang tak ada muatan solusi sedikitpun. mereka hanya butuh solusi nyata. Jika tidak, gelombang protes hanya tinggal menunggu waktu. (DL) 


Topik Terkait

Baca Juga :