Wamenkop RI Tinjau Kopmensyah Karya Terpadu Madani Rarang

Suasana kunker Wamenkop RI di Rarang. (Foto : PKP)

KATULISTIWA.CO,LOTIM - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI Hj. Farida Farichah meninjau Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Rarang Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, Minggu (28/06/2026). Kedatangan Wamenkop Farida disambut Sekda Lombok Timur HM. Juaini Taofik.

Dalam sambutannya, Sekda Lombok Timur menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenkop dan menjelaskan sejumlah program unggulan daerah. Salah satunya adalah program percepatan akses keuangan daerah yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional.

 "Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang, yaitu program pemberian kredit tanpa bunga yang bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan," ujarnya.

Sekda mengakui bahwa Pemerintah Daerah banyak berguru dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di bawah pimpinan Baiq Rusmiati. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang awalnya merupakan Koperasi Serba Usaha (KSU) pada tahun 2022, kini bertransformasi menjadi Koperasi Konsumen dengan mengedepankan prinsip syariah dan kawasan bebas riba. Hal ini dinilai sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat Lombok Timur yang mayoritas beragama Islam.

"Program ini mendapat pengakuan di tingkat nasional dan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya. Semua butuh proses, tidak ada yang instan. Kami berharap kehadiran Ibu Wakil Menteri dapat menjadi semangat bagi para anggota koperasi, yang sebagian besar adalah generasi pertama. Dari satu anggota, dapat berkembang menjadi tiga, lalu sembilan, dan seterusnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Koperasi Karya Terpadu Madani," ujarnya. 

Sementara itu, Wamenkop Farida Farichah memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani Rusmiati, yang telah berjuang membangun koperasi sejak tahun 1993 hingga kini. Perjuangannya dinilai sangat inspiratif, terutama bagi para ibu rumah tangga.

Koperasi dan para anggota dinilai telah berdaya melalui semangat gotong royong serta menjalankan program koperasi yang sehat dan Rapat Anggota Tahunan yang bersih. Hal ini menunjukkan bahwa pengurus koperasi amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemilik sekaligus pengelola. Sebagai perwakilan dari Kementerian Koperasi, Wamen menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas manfaat yang dirasakan masyarakat. Koperasi ini memiliki surat izin resmi dari kementerian dan benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peminjaman modal, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Wamen juga mengapresiasi masyarakat yang masih mempercayai koperasi di tengah maraknya pinjaman online ilegal. Di era serba digital ini, memilih koperasi berarti memilih kepatuhan pada aturan dan sistem yang sehat. Menurutnya, ada dua kunci sukses agar koperasi menjadi besar, yaitu pengurus yang amanah dan anggota yang percaya penuh pada pengelolaan dana untuk pemberdayaan. Koperasi Karya Terpadu Madani dipercaya telah memiliki dua kunci tersebut. Saat ini, modal atau aset koperasi tercatat lebih dari Rp16,5 miliar.

Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga. Pemahaman tentang tata kelola keuangan sangat penting agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh pinjaman online ilegal dan tidak mudah tertipu. Para anggota diharapkan dapat berbagi ilmu keuangan ini agar masyarakat lainnya juga teredukasi.

Selain itu, ia mengingatkan adanya program pemerintah yakni Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan koperasi milik masyarakat untuk masyarakat. Ke depan setelah koperasi ini berjalan, masyarakat diharapkan bisa menjalankan dan menjaganya dengan baik. Program ini diharapkan dapat berkembang dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun ke depan. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk simpan pinjam serta pembelian kebutuhan sehari-hari seperti sembako.

Wamen menyampaikan bahwa program ini hadir untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pangan murah, akses modal yang mudah, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Konsumen Syariah Terpadu Madani Hj. Baiq Rusmiati, mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Koperasi RI sebagai bentuk perhatian terhadap koperasi di Desa Rarang. Berawal dari kelompok kecil petani dan nelayan dengan 10 orang pada tahun 1993, koperasi ini resmi berdiri pada tahun 1998 dan kini memiliki 4.902 anggota dengan total aset mencapai lebih kurang Rp20 miliar berupa dana dan bangunan fisik.

Sepanjang perjalanannya, koperasi ini telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah pusat dari era Presiden Soeharto hingga Jokowi. Selain bergerak di bidang ekonomi, Kopmensyah Karya Terpadu Madani juga bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Koperasi telah memiliki pula aula dan tempat pelatihan sebagai pusat berbagi ilmu, serta berkomitmen mengikuti perkembangan digital dan menjalin kemitraan dengan pemerintah pusat hingga luar negeri untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. (*)
 


Topik Terkait

Baca Juga :