Lantik Kepala DKP Lotim, Bupati Warisin Ingatkan Pejabat Jangan Anti Kritik
![]() |
| Bupati Lotim H. Haerul Warisin saat melantik Kepala DKP Lotim Tasywiruddin. (Foto : PKP) |
Kepada pejabat yang baru dilantik, Bupati meminta agar bekerja dengan baik karna masih banyak nelayan yang masih miskin dan membutuhkan bantuan. Ia menekankan untuk menindaklanjuti fasilitas yang dijanjikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI saat berkunjung ke Lombok Timur beberapa waktu lalu. Tidak semata untuk nelayan, hal itu untuk mendorong Lombok Timur ke arah yang lebih baik.
“Harapan saya Anda juga bekerja isimewa. Nelayan-nelayan kita masih banyak yang miskin. Nelayan-nelayan kita masih banyak membutuhkan bantuan. Janji yang disampaikan oleh Pak Menteri itu harus Anda jemput,”ucapnya.
Tidak saja kepada Kadis yang baru, Bupati Haerul pada kesempatan itu juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat, membawa program-program pusat ke daerah. Ia berharap seluruh fasilitas yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Ia mengaatakan bahwa seluruh progres pembangunan di Lombok Timur merupakan hasil kerja bersama-sama, “Kita ingin merubah Lombok Timur ini ke arah yang lebih baik secara bersama-sama. Tidak boleh ada mengatakan dirinya itu hasil saya, hasil ini, hasil itu. Tidak boleh,”tegasnya.
Bupati yang didampingi Wakil Bupati H. Moh Edwin Hadiwijaya dan Sekda H. Muhammad Juaini Taofik juga mengharapkan inovasi dari para pimpinan OPD serta tidak anti terhadap kritik. Menurut Bupati kritik yang dilontarkan adalah untuk membangun dan mengingatkan. “Dan anda jangan takut dikritik oleh siapapun,”ujarnya.
“kritik itu artinya apa? Mereka membangun kita, mereka mengingatkan kita. Dari kritik ini kita evaluasi, apa yang jadi bahan kritikan mereka. Tinggal kita perbaiki kalau salah, tinggal kita luruskan kalau dia bengkok, kita isi kalau memang dia kosong,”imbuh Warisin.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar seluruh pimpinan OPD brhati-hati terhadap seluruh kebijakan agar sesuai aturan yang berlaku. Koordinasi menurutnya menjadi sangat penting untuk menghindari kesalahan, utamanya dalam pengambilan keputusan. (*)
